Main Cast : GONG CHAN SHIK & KIM HYE RI
Other Cast : Member B1A4
~~~
[although loneliness has always been a friend of mine…
I’m leavin’ my live In your hands]
Tep~ tep~ tep~
Aku menikmati indahnnya hujan dari balik jendela kamarku. Tapi, indahnya hujan tak bisa mengalahkan indahnya senyuman gadis yang sedang kurindukan saat ini.
Yeaaah… senyumannya begitu mengagumkan. Hingga aku tak mampu menghapusnya dari pikiranku.
Aku menghembuskan nafasku panjang, membuat kaca menjadi berembun. Tanpa sadar, aku menuliskan namanya dipermukaan jendela itu.
‘HYERI’
Aku terus menerus melafalkan namanya, hingga deretan huruf itu menghilang.
“kapan kau akan kembali?” gumamkku. Tak kuasa aku menahan rindu ini.
Sepi yang setia mengabdi menjadi temanku-pun tak mampu mengusir bayanganmu.
Sejak saat itu, sudah kuputuskan untuk menyerahkan seluruh hidup dan matiku hanya untuknya. Aku tak akan segan-segan mengorbankan segalanya untuk dia.
[people say I’m crazy and then I’m blind…
risking it all in a glance…]
Orang-orang disekitarku selalu saja mengatakan jika aku gila!
“hehehe~” aku terkekeh mengingat ucapan mereka. memang aku akui jika aku ini sudah gila! Bahkan mungkin sangat gila! Asal kalian tahu saja, aku dan hye ri belum saling mengenal! Konyol bukan? Ne, sangat-sangat-sangat konyol. Aku belum mengenalnya, tapi aku sudah berani mengorbankan segalanya hanya untuk dia –gadis yang tak kukenali-
Tapi, hatiku selalu mengatakan bahwa dialah jodohku. Aku tak peduli!! Aku hanya akan mencintai gadis yang bernama hye ri itu. dan aku akan menunggunya hingga ia benar-benar nyata berdiri dihadapanku. Cinta itu memang buta! Iya, kan? dan aku sangat setuju dengan kalimat itu. karena sekarang aku sedang mengalaminya.
Percakapanku dengan jinyoung –sahabatku sejak kecil- kembali terngiang di kepalaku.
“kau gila gongchan-a!!! bagaimana jika dia sudah bersuami?!” seru jinyoung, ia menjitak keras kepalaku.
“dia masih muda. Pertama kali aku berjumpa dengannya, dia masih SMA” balasku dengan sangat tenang sambil meluruskan kakiku dan meletakkannya diatas meja.
“itu sudah tiga tahun yang lalu, gongchan-a!!! tsk, dasar orang gila!”
“yya! Kau jangan banyak bicara. Perasaanku pasti benar! Aku tak pernah ragu dengan penantian ini” aku menatap jinyoung tajam.
Jinyoung bergidik menatapku. Tanpa mengucapkan satu patah katapun ia pergi meninggalkanku.
Biarkan saja, aku sangat tidak peduli!!!
[And how you got me blind is still a mystery
I can't get you out of my head
Don't care what is written in your history
As long as you're here with me]
Sampai sekarang aku pun tak bisa menemukan jawaban atas semuanya. Kenapa aku bisa jatuh cinta pada hye ri, gadis yang baru sekejap aku lihat. Tak sampai lima menit aku memandangnya tapi dia berhasil membuatku tergila-gila. Pertemuan sekilas itu meninggalkan kesan yang amat dalam di hatiku. Dia selalu saja membayangi diriku. Aku tak bisa menghilangkannya begitu saja dari fikiranku. Sulit rasanya. Aku pun tak memiliki maksud untuk melupakannya, malah aku akan semakin gencar untuk mendapatkannya.
Astagaa… gadis itu benar-benar istimewa bagiku.
Memang aku tak mengerti dan tak memahami asal-usul hye ri. Bagaimana sejarah hidup hye ri. Tapi, kurasa aku tak mempermasalahkan hal itu. Aku benar-benar tidak peduli!!! Yang kubutuhkan hanya dirinya dan cintanya.
“bagaimana jika dia memiliki tabiat buruk?” tanya jinyoung saat itu. Dia terus saja mengkhawatirkanku.
“aku-tidak-peduli! Terserah kau mau mengatai aku gila atau apa!”
“kenapa kau bisa seyakin itu, huh?” tanyanya.
“entahlah, keyakinan ini telah tertanam kokoh dihatiku”
“aish… bocah aneh!”
Aku tekankan sekali lagi, bahwa aku benar-benar tak membutuhkan sejarah hidupnya, atau asal-usulnya sekalipun. Aku hanya ingin dia berada disisiku. Menemaniku. Tak ada yang bisa memisahkan kita tak terkecuali ruang dan waktu.
Aku tersentak karena deringan ponselku yang begitu kencang. Aku segera meraihnya.
“sandeul?” aku menggumam heran. Tumben sekali sandeul menelfonku.
“yaeoboseyo?”
[ gongchan-i! aku dan yang lain menunggumu di diskotik langganan kita! Saatnya bersenang-senang, bro! jangan terus menerus menghabiskan waktumu hanya untuk memikirkan gadis abstrakmu itu!] cerocos sandeul.
“yya! yya!...”
Tuut…tuut…tuut…
“sialan! Dia menutup telfonnya” umpatku.
Aku cepat-cepat menyambar jaket dan kunci mobilku.
Sandeul benar, saatnya bersenang-senang.
Aku menghampiri ke-empat kawanku yang sedang bersenang-senang disudut diskotik ini –tempat favorit kami-
Ramai sekali. Kalau tidak karena ke empat bocah badung itu aku tak akan datang ke tempat yang seperti ini. Jujur aku sangat risih digerayangi oleh gadis-gadis malam yang genit. Yang dengan enaknya mencolek-colek tubuhku.
“yya~ kau datang juga? Masih memikirkan gadis abstrakmu itu?” tanya baro, bocah paling jahil diantara kita berlima.
Aku mendengus kesal. Menurunkan topi yang dipakai oleh baro hingga menutupi wajahnya.
“jangan asal bicara!!” sentakku.
Aku menghempaskan tubuhku di sofa empuk tempat disebelah jinyoung. Semua tergelak melihat tingkahku dengan baro.
Seorang gadis datang mengantarkan minuman untuk kami. Sekilas aku tak begitu memperhatikan wajahnya dan tubuhnya yang berbalut pakaian yang amat seksi. Aku hanya mengedarkan pandanganku keseluruh penjuru diskotik ini.
“heii, maniiisss… temani kami” celetuk shinwoo. Ia mencolek dagu gadis yang berprofesi sebagai pelayan di diskotik ini.
“sepertinya kau anak baru” timpal baro.
“jangan macam-macam” ucap gadis itu sangat tegas.
Aku menolehkan kepalaku hingga aku dapat menatap jelas wajah gadis itu. seketika aku tertegun!
Apa pengelihatanku ini benar?
Aku terus memperhatikan gadis itu.
“yya, noona galak sekali” seru sandeul.
“maaf! Aku tak dapat memenuhi permintaan kalian” jawab gadis itu masih terdengar tegas. Ia menghambur pergi, dan menghilang dibalik kerumunan pengunjung diskotik yang sedang asyik berjoget.
Aku masih belum mempercayai pengelihatanku. Aku berdiri lalu menyusul gadis tadi. Aku serasa seperti dihipnotis hingga aku tak mendengarkan teriakan teman-temanku yang meneriakkan namaku.
Aku melihat gadis itu tengah menikmati beer nya, dengan sebatang rokok ditengah-tengah jemarinya. Aku memberanikan diri menghampirinya. Walaupun jantungku sudah menghentak-henjtak tak karuan. Tapi aku mengabaikannya.
“Kim Hye Ri ssi…” ucapku lancar.
Gadis itu menoleh lalu tersenyum manis padaku.
[I don't care who you are
Where you're from
What you did
As long as you love me]
“ne?”
Astagaaa… suaranya begitu merdu, hingga terdengar jelas di telingaku ditengah-tengah hingar bingar diskotik.
“kau benar Kim Hye Ri?”
“ne…”
“kau tak mengingatku?”
“nugu?”
“kau tak pernah merasa pernah bertemu denganku?”
“tungguuu…” ucapnya terhenti, ia terlihat sedang berusaha mengingatku.
“kau bukannya anak pemilik sekolah, tempat aku bersekolah dulu?” akhirnya kalimat itu terlontar, “Gong Chan Shik?”
“ne, kau tepat sekali. panggil aku gongchan. aku mencari-carimu selama ini”
“mwo? kau mencariku?”
[I don't care who you are
Where you're from
What you did
As long as you love me
I don't care Who you are
Where you're from
Don't care what you did
As long as you love me]
“kau bilang apa tadi? Kau mencariku?” tanya Hyeri setelah aku membawanya keluar dari diskotik yang super ramai itu.
“ne, mungkin kau tak percaya dengan ucapanku” aku menundukkan kepalaku.
“mwo?” tanyanya penasaran. Ia menatapku lekat.
“hye ri ssi, kau ingat pertama kali kita bertemu?”
“ne”
“kau tersenyum padaku, ne?”
“he’hmm”
“dan senyumanmu itu… m-mampu membuatku… j-jatuh c-cinta padamu”
“mwo?!!!” hye ri terlihat sangat terkejut.
“kau harus bertanggung jawab hye ri ssi”
“g-gongchan ssi, kita baru saja saling mengenal”
“tapi, aku sudah terlanjur menyimpan hatiku hanya untukmu hye ri ssi”
“yya! yya! gongchan ssi, jangan berkata yang tidak-tidak”
“aku bersungguh-sungguh hye ri ssi! Aku mencintaimu sejak pertama aku melihatmu”
“ta-tapi gongchan ssi. Aku adalah wanita malam yang liar, yang tak mengerti pendidikan. Aku anak orang miskin! Aku tak pantas untuk dicintai” suara hye ri terdengar bergetar. Sepertinya ia menahan tangisnya.
“semua orang pantas untuk dicintai. Katakan kau juga mencintaiku hye ri ssi. Aku bisa gila jika hidup tanpamu”
“sudah kubilang gongchan ssi! Aku hanyalah wanita murahan!!”
“yya!!! hye ri ssi!!! Sudah tiga tahun aku menunggumu. Inikah balasannya?” aku menatap lekat wajah hye ri. sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan olehnya.
“gongchan ssi!”
“hye ri ssi! Aku tak peduli dengan itu semua. Aku tak peduli siapa dirimu, aku tak peduli darimana kau berasal! Aku hanya ingin kau mengisi hatiku yang kosong. Segalanya sudah aku miliki, kecuali dirimu dan cintamu. Aku hanya menginginkan itu. kau keberatan?”
“gongchan ssi”
“aku tau kau juga mencintaiku. Tatapan matamu tak bisa membohongiku. Katakan, kau juga mencintaiku. Jebaal…”
“ne, sejak aku berjumpa denganmu. Aku juga mencintaimu gongchan ssi”
“hyeri ssi!!!” aku menyerukan namanya tak percaya. Segera kupeluk tubuh mungil gadis dihadapanku ini.
“sudah kuduga. Kita memang ditakdirkan bersama. Saranghaeyo hye ri ssi” ucapku. Kebahagiaanku begitu meluap-luap. Hingga aku tak tahu harus berkata apa.
“kita akan bahagia bersama hye ri ssi”
Aku menarik wajahnya, mendekatkan bibirku dengan bibirnya. Hembusan nafas kami saling menhantam.
“as long as you love me~”
Aku mengusapkan permukaan bibirku diatas bibirnya. Aku menciumnya begitu hangat dan lembut.
Akhirnya semua penantianku tidak sia-sia. Aku berhasil menemukannya. Dan aku berjanji tak akan pernah menyakiti dirinya. Aku berjanji, aku berjanji hye ri ssi…
Saranghaeyo, Kim Hye Ri…
Gong Chan Shik




